Author: ahmadhafizh987@gmail.com

  • Hikmah Puasa : Perisai yang Melindungi di Dunia dan Akhirat

    Dalam berkehidupan, manusia mengalami 2 fase kehidupan. Fase yang pertama adalah kehidupan di dunia, dan fase yang kedua adalah kehidupan di akhirat. Masing-masing dari fase kehidupan tersebut, terdapat ancamannya bagi manusia.

    Manusia yang cerdas, adalah manusia yang berupaya untuk membuat perlindungan dari marabahaya itu. Ibaratkan seseorang yang sedang berperang, tentu ia akan berupaya untuk mencari pelindung/perisai dari serangan yang akan mengancam dirinya.

    Begitupun juga manusia, supaya bahaya dari masing-masing fase kehidupan itu tidak mencelakakan dirinya, diperlukan upaya untuk mencari perisai yang bertujuan untuk melindungi dirinya.

    Ustazd Abdullah Zaen melalui video ceramahnya yang di unggah oleh kanal youtube Yufid.TV mengatakan bahwa, “Salah satu perisai yang paling kuat untuk manusia adalah puasa. Karena puasa akan menjadi pelindung/tameng seorang insan dari segala marabahaya”.

    Hal ini Sebagaimana yang disabdakan oleh baginda dalam Nabi dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, “الصِّيَامُ جُنَّةٌ, Puasa adalah perisai.” (H.R Bukhari dan Muslim).

    Tidak sampai situ, Ustadz Abdullah juga menambahkan bahwa puasa ini mampu menjadi perisai di dunia maupun di akhirat. “Di dunia, puasa adalah tameng, yang akan melindungi seseorang dari keburukan-keburukan berupa syahwat, berupa dosa, berupa maksiat”, kata Ustadz Abdullah.

    Hal ini sebagaimana yang disabdakan oleh baginda Rasul dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhari, “Barangsiapa mampu untuk menikah, maka menikahlah karena dapat menjaga pandangan mata dan menjaga kelamin. Barangsiapa belum mampu maka baginya berpuasa, karena puasa ialah perisai baginya”(Al-Bukhari).

    Dari hadits tersebut dapat kita pahami bahwa puasa dapat menjadi perisai bagi syahwat kita. “Ketika seorang berpuasa maka syahwatnya akan berkurang, dorongan untuk berbuat maksiatnya pun juga akan berkurang”.

    Karena pada hakikatnya, menurut para ulama, puasa berarti menahan diri dari segala hal yang membatalkan dalam satu hari, sejak fajar menyingsing hingga terbenamnya matahari dengan memenuhi segala syarat-syaratnya.

    Definisi ini disepakati oleh  madzhab Hanafi dan Hambali, sementara untuk mazhab Maliki dan Asy-Syafi’i mereka menambahkankan di bagian akhirnya kalimat “dengan niat puasa”.

    Kemudian Ustadz Abdullah melanjutkan, adapun puasa sebagai perisai manusia di akhirat adalah, melindungi manusia dari api neraka. “Karena salah satu marabahaya yang paling terbesar di akhirat adalah neraka.

    Maka, agar terlindung dari api neraka, hendaknya ia berpuasa”. Hal ini sebagaimana hadits qudsi yang sabdakan oleh baginda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad,

    قَالَ رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ : الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ، وَهُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ  “Rabb kita ‘azza wa jalla berfirman, Puasa adalah perisai, yang dengannya seorang hamba membentengi diri dari api neraka, dan puasa itu untuk-Ku, Aku-lah yang akan membalasnya” (H.R. Ahmad, shahih).

    “Maka puasa itu sangat menguntungkan bagi manusia, karena mampu menjadi perisai bagi dirinya baik di dunia maupun di akhirat”.

    Di akhir ceramahnya, Ustadz Abdullah menjelaskan pentingnya bagi setiap muslim mengetahui keuntungan ini. “Karena seseorang itu akan cenderung lebih semangat dalam mengerjakan suatu hal ketia ia tahu keuntungannya, dan itu membuatnya lebih senang dalam menjalaninya.

    Jadi kalau ada seseorang yang malas-malasan untuk berpuasa, kemungkinan ia tidak mengerti kalau puasa itu sangat menguntungkan. Dan keuntungannya pun double. Di dunia, dan di akhirat insyaallah”, jelas Ustadz Abdullah. Wallaahu a’lam bisshowab..

    (Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=1j2c-j9OBI8/Puasa-adalah-perisai/Ustadz-Abdullah-Zaen)

  • Hello world!

    Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!